Warga Bontojai Digegerkan Penemuan Mayat Pria Paruh Baya di Dalam Rumah

    Warga Bontojai Digegerkan Penemuan Mayat Pria Paruh Baya di Dalam Rumah
    Warga Bontojai Digegerkan Penemuan Mayat Pria Paruh Baya di Dalam Rumah

    PANGKEP SULSEL - ;Warga Kampung Bontojai, Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam rumahnya pada Minggu malam, 11 Januari 2026. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 21.00 Wita dan langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat.

    Menindaklanjuti laporan warga, personel Polsek Pangkajene yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Pangkajene IPTU Hasrul, S.Sos bersama Waka Polsek IPTU M. Saleh segera mendatangi lokasi kejadian. Turut serta KA SPKT, Kanit Binmas, Kanit Intel, piket Reskrim, serta Bhabinkamtibmas untuk melakukan pengamanan dan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP).

    Korban diketahui bernama Sahabu, seorang laki-laki kelahiran Pangkajene, 1 Juli 1960. Almarhum berprofesi sebagai pekerja swasta dan tinggal seorang diri di rumahnya yang beralamat di Kampung Bontojai, Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene.

    Penemuan mayat tersebut berawal ketika seorang saksi bernama Nasrullah (21), warga setempat, hendak mandi di kamar mandi rumahnya sekitar pukul 18.30 Wita. Saat berada di dalam kamar mandi, saksi mencium bau menyengat yang tidak biasa.

    Merasa curiga, saksi keluar dari kamar mandi untuk mencari sumber bau tersebut. Setelah ditelusuri, bau menyengat diketahui berasal dari rumah korban yang berada tidak jauh dari rumah saksi. Korban diketahui tinggal seorang diri, sehingga saksi kemudian menghubungi pihak keluarga korban.

    Saksi bersama dua anggota keluarga korban, yakni Arfai dan H. Basri, kemudian masuk ke dalam rumah Sahabu. Di dalam kamar tidur, mereka mendapati korban terbaring terlentang di atas kasur dalam kondisi sudah meninggal dunia.

    Tidak lama berselang, pihak kepolisian bersama tenaga medis dari Puskesmas Bontoperak dan RSUD Batara Siang tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan penanganan awal, jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Batara Siang.

    Berdasarkan keterangan pihak keluarga, mereka menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Diketahui pula bahwa almarhum Sahabu telah mengalami gangguan jiwa sejak kurang lebih 30 tahun yang lalu hingga meninggal dunia.

    Pihak kepolisian menyatakan telah melakukan langkah-langkah sesuai prosedur, termasuk olah TKP dan pengumpulan keterangan saksi. Situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif, sementara keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah.( Her)

    pangkep sulsel
    HermanDjide

    HermanDjide

    Artikel Sebelumnya

    Hangat dalam Kebersamaan, Prapurna Bhakti...

    Artikel Berikutnya

    Herman Djide: MBG dan Arah Baru Pertumbuhan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Mahasiswa S2 AKK Unmul Perkuat Kapasitas Kota Sehat melalui Pelatihan Healthy City di Unhas
    Kodaeral X TNI AL Gelar Upacara Tabur Bunga di Laut Dalam Rangka Hari Dharma Samudera 2026
    Wamenhan RI Tinjau Kesiapan Pembangunan Infrastruktur Strategis TNI AU di Lanud Sultan Hasanuddin
    KPK Dalami Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji,  Aizzudin Abdurrahman Diperiksa
    Momen Haru, Dankodaeral X Makan Satu Piring Berdua Dengan Siswa TK Hangtuah Jayapura

    Ikuti Kami