MAKASSAR SULSEL– Muh. Ridwan Yusuf resmi terpilih sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-XVI yang digelar di Asrama Haji Sudiang, 13–15 Februari 2026 pada Senin 16 Februari 2026, . Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pemuda dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bersama Kepolisian.
Konferwil yang berlangsung dinamis tersebut dihadiri ratusan perwakilan GP Ansor dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan. Forum ini tidak hanya memilih ketua baru, tetapi juga merumuskan arah kebijakan organisasi untuk masa bakti 2026–2030.
Dalam pidato perdananya usai terpilih, Ridwan menyampaikan bahwa tantangan sosial ke depan semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, menurutnya, harus diantisipasi secara bijak agar tidak menjadi alat penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.
“Kita harus solid, saling percaya, dan saling menguatkan. Pemuda harus tampil sebagai agen perubahan yang mampu menjembatani berbagai elemen masyarakat, ” tegas Ridwan di hadapan peserta konferwil.
Ia menekankan pentingnya membangun sinergi bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas daerah. Menurutnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan juga seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan.
Ridwan menjelaskan bahwa Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai garda terdepan dalam menjaga ulama dan kegiatan keagamaan memiliki semangat yang sama dengan Polri dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Banser hadir bukan hanya untuk pengamanan kegiatan keagamaan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar hidup rukun dan saling menghormati. Sementara Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga ketertiban umum, ” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi antara GP Ansor, Banser, dan Polri adalah bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman, baik yang bersifat konvensional maupun digital.
Program kerja GP Ansor Sulsel periode 2026–2030 pun diarahkan pada penguatan kapasitas pemuda. Pelatihan keterampilan, pengembangan kewirausahaan, hingga literasi digital menjadi fokus utama dalam menjawab tantangan zaman.
Selain itu, Ridwan menyatakan kesiapan GP Ansor untuk terlibat aktif dalam gerakan pencegahan narkoba dan penyalahgunaan teknologi informasi. Menurutnya, pemuda harus menjadi pelopor gerakan positif di tengah masyarakat.
Ia juga menegaskan dukungan terhadap program-program pemerintah dalam menciptakan stabilitas nasional dan pembangunan berkelanjutan. “Kami siap mendukung kebijakan negara demi kemajuan bangsa, ” katanya.
Komitmen tersebut dirangkum dalam pernyataan tegas, “Bersama Polri jaga kamtibmas, siap dukung Polri di bawah presiden.” Pernyataan itu disambut antusias oleh peserta konferwil yang hadir.
Ridwan mengajak seluruh kader GP Ansor dan Banser di Sulawesi Selatan untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dalam setiap gerakan organisasi.
Menurutnya, persatuan dan kesatuan bangsa adalah harga mati yang harus dijaga bersama. Perbedaan pandangan tidak boleh menjadi pemicu perpecahan, melainkan menjadi kekuatan dalam keberagaman.
Dengan kepemimpinan baru ini, GP Ansor Sulsel diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas daerah serta memberdayakan generasi muda menuju masa depan yang lebih baik dan harmonis. ( Herman Djide)

Updates.