PANGKEP – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan yang jatuh pada 8 Februari 2026 terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Suasana yang biasanya semarak dengan baliho dan spanduk ucapan selamat di berbagai sudut perkantoran, tahun ini justru tampak lengang dan nyaris tak terlihat.
Sejumlah warga mengaku tidak melihat adanya baliho atau spanduk ucapan Hari Jadi Pangkep di kantor-kantor pemerintahan. Baik di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kantor camat, lurah, desa, hingga sekolah-sekolah, nuansa peringatan hari bersejarah itu tampak minim.
Padahal, kehadiran baliho dan spanduk ucapan selamat bukan sekadar formalitas. Bagi masyarakat, itu menjadi simbol perhatian dan penghargaan terhadap perjalanan panjang daerah yang telah memasuki usia ke-66 tahun.
Hari Jadi Pangkep setiap tanggal 8 Februari sejatinya merupakan momentum refleksi bersama. Tanggal tersebut mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan sejarah, perjuangan, dan cita-cita pembangunan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Beberapa tokoh masyarakat menyayangkan minimnya atribut peringatan di lingkungan kantor pemerintahan. Mereka menilai, ucapan selamat yang terpampang di kantor-kantor dapat menjadi pengingat kolektif akan pentingnya rasa memiliki terhadap daerah.
“Minimal ada spanduk atau baliho kecil sebagai tanda bahwa kita memperingati hari jadi daerah sendiri, ” ungkap salah satu warga yang berharap suasana HUT tetap terasa walau sederhana.
Selain sebagai bentuk partisipasi, pemasangan ucapan Hari Jadi juga dinilai mampu membangkitkan semangat kebersamaan. Aparatur pemerintah dan masyarakat bisa merasakan atmosfer perayaan yang membangun optimisme menuju masa depan Pangkep yang lebih baik.
Tema peringatan tahun ini, yang menekankan sinergi dan keberlanjutan, seharusnya menjadi penguat komitmen seluruh jajaran pemerintahan. Namun tanpa penanda visual seperti baliho atau spanduk, gaung tema tersebut terasa kurang menggema di tengah masyarakat.
Momentum HUT bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan rakyat, sekaligus menyampaikan pesan pembangunan dan harapan bersama.
Meski demikian, sebagian warga tetap berharap semangat Hari Jadi Pangkep tidak hanya diwujudkan dalam bentuk baliho semata. Lebih dari itu, yang utama adalah kerja nyata dan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat.
Namun di sisi lain, simbol-simbol peringatan tetap memiliki arti penting. Kehadirannya menjadi tanda bahwa pemerintah hadir dan menghargai sejarah serta identitas daerahnya sendiri.
Ke depan, masyarakat berharap peringatan Hari Jadi Pangkajene dan Kepulauan dapat dirayakan dengan lebih terasa, meski dalam bentuk sederhana. Partisipasi seluruh instansi, mulai dari OPD hingga sekolah, diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat kebanggaan daerah.
Di usia ke-66 tahun ini, harapan masyarakat tetap sama: Pangkep terus tumbuh menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Semoga peringatan Hari Jadi bukan hanya menjadi tanggal di kalender, tetapi benar-benar hidup dalam hati dan semangat seluruh warganya.( Herman Djide)

Updates.